
Istiqamah dalam Ketaatan
oleh : Aisyah Kamilah, Mustawa Tsaalits 2024
Bulan Ramadhan belum lama meninggalkan kita, namun sudah banyak amal yang telah kita tinggalkan. Maka muncullah pertanyaan ‘hamba siapakah kita, Hamba Allah atau hamba Ramadhan?’ Apabila kita Hamba Allah maka sepatuhnya kita mengistiqamhakan dan melanjutkan amalan-amalan yang telah kita lakukan dan dijadikan rutinitas selama ini. Memang Istiqamah itu tidak mudah bagi siapapun baik itu orang tua maupun anak-anak bahkan bagi seseorang yang berilmupun untuk melakukan keistiqamahan itu perkara yang sangat sangat sulit, oleh karenanya istiqamah merupakan amal yang paling dicintai Allah.
روى الإمام البيهقي رحمه الله عن عائشة أم المؤمنين: أن النبي- صلى الله عليه وسلم- قال: " إن الله يحب اذا عمل احدكم عملا فليتقن"
Memang istiqamah bukanlah perkara yang mudah maka dengan itu ganjarannya adalah surga, bukankah kita tau bahwa untuk meraih surga kita perlu bersusah-susah dahulu bukan? Surga tidak dapat diraih dengan jiwa yang bersantai santai pula.
Allah berfirman :
اِنَّ الَّذِيۡنَ قَالُوۡا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسۡتَقَامُوۡا فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَۚاُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ الۡجَنَّةِ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا ۚ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ. فصلت ١٤
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Tuhan kami adalah Allah," kemudian mereka tetap istikamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." QS. Fushshilat : 41
Tetapi terkadang kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, kita selalu berusaha dan berangan angan untuk bisa istiqamah dalam amalan kita, namun jin tetap akan selalu mengganggu kita dan berusaha merusak amal amal kita, membuat lalai dan menggelincirkan ke dalam maksiat. Namun, tak jarangpula kesalahan dan ketergelinciran itu datang dari diri kita sendiri. Maka dari itu Allah memerintahkan kita bukan hanya untuk istiqamah saja namun beristighfar, sebagaimana dalam firman-Nya:
فَاسۡتَقِيۡمُوۡۤا اِلَيۡهِ وَاسۡتَغۡفِرُوۡهُ ؕ
"Karena itu tetaplah kamu (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya."
Allah menjelaskan dalam firman-Nya untuk beristighfar dan bertaubat ketika khilaf dan tergelincir, bukan melanjutkan maksiat dan menormalisasi kesalahan tersebut. Setelah itu bangkitlah lagi dan mulai kembali melakukan amalan amalan tersebut dan jangan lupa harus selalui disertai dengan doa dan meminta Taufiq-Nya.
Ada beberapa pula kiat-kiat yang dapat kita lakukan agar tetap istiqamah :
Pertama: Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar.
Dalam hadits
الْمُسْلِمُ إِذَا سُئِلَ فِى الْقَبْرِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، فَذَلِكَ قَوْلُهُ ( يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى الآخِرَةِ )
“Jika seorang muslim ditanya di dalam kubur, lalu ia berikrar bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka inilah tafsir ayat: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”.
Qotadah As Sadusi mengatakan, “Yang dimaksud Allah meneguhkan orang beriman di dunia adalah dengan meneguhkan mereka dalam kebaikan dan amalan sholih. Sedangkan di akhirat, mereka akan diteguhkan di kubur.
Allah meneguhkan mereka beramal shalih selama didunia karena mereka memahami dengan sangat baik kalimat syahadat dan mengamalkan konsekuensinya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh nabi Muhammad dan yang dilakukan orang orang shalih terdahulu.
Lalu yang kedua adalah mengkaji Al Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya.
Allah menurunkan Alquran dengan segudang manfaat dan kebaikan untuk hambaNya, Alquran adalah petunjuk dan juga obat bagi hati manusia yang gundah gulana, ragu dan letih. Karena Alquran adalah petunjuk utama agar seseorang istiqamah di dalam agamanya. Ibaratnya tanpa quran kehidupan seseorang akan berantakan dan tidak terarah karena untuk menjalani hidup dan segala masalahnya semua sudah dijelaskan dipedoman kita, Al quran.
Allah berfirman
هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
“Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Fushilat: 44)
Qotadah mengatakan,
Oleh karena itu, kita akan saksikan keadaan yang sangat berbeda antara orang yang gemar mengkaji Al Qur’an dan merenungkannya dengan orang yang hanya menyibukkan diri dengan perkataan filosof dan manusia lainnya. Orang yang giat merenungkan Al Qur’an dan memahaminya, tentu akan lebih kokoh dan teguh dalam agama ini. Inilah kiat yang mesti kita jalani agar kita bisa terus istiqomah.
Dan dari semua itu wajib untuk Ikhlas, melakukan semua amal itu harus dengan keikhlasan. Jadikan semua amal yang dilakukan khusus untuk Allah dan karena Allah. Jangan kotori hati dengan kesyirikan, baik itu syirik kecil yakni riya’ ataupun sum’ah.
والله أعلم بالصواب
Sumber https://rumaysho.com/731-kiat-agar-tetap-istiqomah-seri-1.html


.jpg)





.png)




.jpeg)



